Lompat ke isi

PT Eksplorasi Karya Lokal Indonesia

Karyantara

Rumah Produksi
Konten & Aset Budaya

Bagian I Layanan KYN-01 sampai KYN-05

Bagian I

Layanan

Lima pekerjaan yang kami kerjakan, beserta cara kami mengerjakannya.

I · KYN-01Riset & Kurasi Konten Budaya

Satu entri konten yang baik biasanya lahir dari tiga sumber yang saling mengoreksi. Kami menyebutnya triangulasi: sebuah keterangan belum kami anggap cukup sampai ia bertemu dua keterangan lain yang datang dari jalur berbeda — pustaka akademik, arsip lembaga dan koleksi daerah, serta penuturan orang yang hidup dengan bahan itu sehari-hari.

Ketika ketiganya berselisih, perselisihan itu kami catat, bukan kami rapikan diam-diam. Dalam pengalaman kami, justru perbedaan versi antardaerah itulah bagian yang paling layak diceritakan, dan pembaca berhak mengetahuinya. Naskah yang kami serahkan karena itu selalu memuat catatan varian di samping keterangan utama.

Sebelum naskah ditutup, seluruh isinya kami bacakan kembali kepada pakar bidang terkait atau kepada perwakilan komunitas adat yang memiliki bahan tersebut. Mereka berhak mengoreksi, meminta penghalusan, dan menolak pemuatan bahan yang dianggap belum pantas dibuka untuk umum. Penolakan seperti itu kami hormati tanpa perdebatan, dan bahannya kami keluarkan dari naskah.

  1. Triangulasi sumberSekurang-kurangnya tiga jalur rujukan untuk setiap entri utama, ditempuh dari pustaka akademik, arsip lembaga, dan penuturan langsung.
  2. Verifikasi bersamaPembacaan ulang naskah bersama pakar bidang atau perwakilan komunitas adat, dengan seluruh koreksi tercatat dan tersimpan.
  3. Pencatatan sumberTiap entri disertai nama penulis, judul, penerbit, tahun terbit, serta nomor halaman atau nomor koleksi arsipnya.
  4. Peta sebaran geografisPemetaan asal bahan sampai tingkat kabupaten, dilengkapi catatan varian penyebutan dan bentuk antardaerah.
  5. Standar lisensi terbukaStatus hak setiap bahan rujukan diperiksa dan dinyatakan; bahan yang boleh dibuka disiapkan dengan lisensi Creative Commons yang sesuai.
Tarif KYN-01

II · KYN-02Arsitektur Konten & Desain Pengalaman Belajar

Bahan yang sudah terkumpul belum tentu dapat dipelajari. Ia masih berupa timbunan — menarik dibaca sekali, tetapi tidak menuntun siapa pun ke mana-mana. Pekerjaan kedua kami adalah memberi timbunan itu urutan: menentukan apa yang perlu dikuasai lebih dahulu, apa yang boleh menunggu, dan pada titik mana seseorang sebaiknya diminta mengulang.

Dari urutan itu lahir peta yang dapat dibaca oleh siapa pun di dalam tim: penulis tahu materi apa yang harus disiapkan, pengembang tahu jenis layar apa yang perlu dibangun, dan pemberi kerja tahu apa yang sedang dibelinya. Peta ini pula yang kelak dipakai menakar apakah sebuah karya sudah selesai atau belum.

  1. Pemetaan alur belajar bertingkatPenetapan capaian tiap tingkat, urutan bahasan, prasyarat antarunit, dan titik pengulangan yang direncanakan.
  2. Arsitektur informasiStruktur menu, tata nama, dan pengelompokan bahan agar dapat ditelusuri baik oleh pembaca awam maupun peneliti.
  3. Wireframe pengalamanRancangan layar bertingkat rendah untuk setiap jenis halaman, disertai catatan perilaku dan keadaan khusus.
  4. Pedoman penulisan materiKetentuan gaya, panjang kalimat, penulisan istilah dan aksara daerah, serta batas tingkat kesulitan bahasa pada tiap tingkat.
Tarif KYN-02

III · KYN-03Modul Pembelajaran Berbasis Kurikulum

Tiga puluh unit atau lebih, terbagi dalam tiga tingkat, disusun dengan mengacu pada kerangka CEFR. Angka itu bukan target yang dikejar demi tebalnya berkas, melainkan ukuran paling kecil yang menurut pengalaman kami cukup untuk membawa seseorang dari tidak tahu apa-apa sampai sanggup menyusun kalimat sendiri.

Setiap unit memuat bahan bacaan, contoh pemakaian, latihan, dan rekaman suara. Latihan disusun bertingkat, dari mengenali sampai memakai, dan disertai kunci beserta penjelasan singkat supaya pemelajar tahu mengapa jawabannya keliru. Rancangan gamifikasi kami letakkan di atas kerangka itu, bukan sebaliknya — pengulangan berjarak dipakai untuk menjaga ingatan, dan tanda kemajuan hanya diberikan pada penguasaan yang benar-benar terjadi.

  1. Penyusunan unitSekurang-kurangnya 30 unit dalam tiga tingkat, dengan capaian yang diturunkan dari deskriptor CEFR lalu disesuaikan pada kenyataan bahasa bersangkutan.
  2. Bank latihanBeragam bentuk soal untuk tiap unit, lengkap dengan kunci, penjelasan singkat, dan penanda tingkat kesulitan.
  3. Rancangan gamifikasiPerhitungan pengulangan berjarak, jenjang penguasaan, dan tanda kemajuan yang dirancang menopang ingatan, bukan sekadar menambah angka.
  4. Audio pendukungPerekaman bersama penutur, disertai lembar persetujuan dan pencantuman nama penutur pada berkas serahan.
Tarif KYN-03

IV · KYN-04Pemodelan Aset 3D Budaya

Sebuah rumah adat tidak dapat dimodelkan dari ingatan. Proporsi tiang, kemiringan atap, jarak antarbalok, dan cara sambungan dikerjakan adalah keterangan yang hanya tersimpan pada foto lapangan, gambar ukur, dan terbitan arsip arsitektur vernakular. Karena itu pekerjaan pemodelan selalu kami mulai dari meja arsip, bukan dari perangkat lunak.

Kami menghindari penyederhanaan yang menghapus ciri. Sebuah bangunan boleh diringkas jumlah permukaannya agar ringan dibuka di peramban, tetapi tidak boleh kehilangan hal-hal yang membuatnya dikenali oleh orang yang tumbuh di dekatnya. Batas itu kami sepakati bersama pemberi kerja di awal, dalam bentuk anggaran poligon dan daftar detail yang wajib dipertahankan.

Bentuk kerja ini lebih mudah dinilai bila dilihat sendiri. Pada halaman Ruang Model kami membuka dua studi model bangunan vernakular yang dapat diputar langsung di peramban, lengkap dengan penanda bagian beristilah setempat, garis ukur, dan keterangan pelatnya.

  1. Berkas rujukanKumpulan foto lapangan, gambar ukur, dan terbitan arsip arsitektur vernakular yang menjadi dasar tiap objek, diserahkan bersama modelnya.
  2. Geometri presisiProporsi mengikuti ukuran rujukan; tiang, sambungan, dan susunan atap dimodelkan sebagaimana adanya.
  3. Material PBRPeta warna dasar, kekasaran, dan normal yang konsisten antarobjek, dengan anggaran tekstur yang wajar untuk peramban.
  4. Berkas siap pakaiHingga delapan objek dalam format GLTF, dengan penamaan berkas dan hierarki objek yang seragam serta anggaran poligon yang disepakati di muka.
Tarif KYN-04

V · KYN-05Produksi Media & Peluncuran

Karya yang tidak diperkenalkan akan berhenti di tangan pembuatnya. Bagian terakhir pekerjaan kami adalah menyiapkan jalan agar karya itu sampai kepada orang yang membutuhkannya — guru yang mencari bahan ajar, komunitas yang ingin melihat bahannya kembali beredar, atau pembaca yang kebetulan lewat dan tertahan sebentar.

Bahan peluncuran kami susun dari riset yang sama, bukan dari materi promosi yang dikarang belakangan. Dengan begitu, apa yang dijanjikan di kanal media sosial memang ada di dalam karyanya, dan apa yang diceritakan video profil dapat ditelusuri sampai ke sumber aslinya.

  1. Video profil karyaSatu video pendek yang menerangkan latar, isi, dan cara memakai karya, memakai bahan visual dari proyek yang bersangkutan.
  2. Seri konten kanal media sosialPotongan bahan yang disusun berurutan untuk beberapa pekan penayangan, lengkap dengan naskah dan jadwal terbitnya.
  3. Halaman pameran atau temu daringPenyiapan halaman peluncuran dan undangan; pada paket peluncuran ditambah satu temu daring terjadwal beserta pelaksanaannya.
  4. Rekap capaianLaporan ringkas berisi jangkauan, tanggapan yang masuk, dan catatan yang berguna untuk babak berikutnya.
Tarif KYN-05

Cara sebuah pekerjaan dimulai

Kelima layanan di atas dapat diambil terpisah maupun berurutan. Yang paling sering terjadi, sebuah proyek berjalan dari KYN-01 sampai KYN-03 lebih dahulu, lalu KYN-04 dan KYN-05 menyusul setelah bentuk karyanya jelas. Kami tidak keberatan bila hanya satu bagian yang dibutuhkan.

Percakapan pertama biasanya cukup satu jam: kami ingin tahu bahan apa yang sudah ada di tangan Anda, siapa saja yang berhak berbicara atasnya, dan sampai mana karya ini hendak dibawa. Dari situ kami menyusun lingkup dan penawaran yang mengacu pada daftar tarif.

Lihat daftar tarif layanan