Lompat ke isi

PT Eksplorasi Karya Lokal Indonesia

Karyantara

Rumah Produksi
Konten & Aset Budaya

Lampiran Ruang Model KYN-04

Lampiran

Ruang Model

Dua studi model bangunan Nusantara, dibuka di atas meja dan boleh diputar sendiri.

IMeja Studi

Halaman ini adalah peraga layanan KYN-04. Dua bangunan di bawah dibentuk dari geometri dasar, bukan diunduh sebagai aset jadi, supaya setiap tiang, gelagar, dan lembar dinding dapat ditunjuk asal-usulnya. Yang Anda putar di layar adalah bentuk kerja yang sama dengan yang kelak kami serahkan sebagai berkas GLTF.

Tampak ujung rumah panggung beratap pelana, gambar garis 0 1 2 m

Peramban ini tidak menyediakan WebGL, jadi model tiga dimensinya diganti pelat gambar garis: tampak ujung rumah panggung beratap pelana, skala 1 : 40 pada layar. Istilah tiap bagiannya tetap dapat dibaca pada daftar di bawah.

Keterangan pelat

Gambar I

Rumah panggung beratap pelana — studi model

Acuan
Berkas foto lapangan dan terbitan arsitektur vernakular Nusantara. Disusun sebagai peraga metode, bukan gambar ukur atas satu bangunan tertentu.
Ukuran
Bentang 6,00 × 4,00 m; kolong 2,20 m; bubungan 6,65 m dari tanah.
Serahan
Format GLTF, hierarki objek seragam, disertai lembar rujukan.

Keterangan pelat

Gambar II

Lumbung padi beratap tinggi — studi model

Acuan
Berkas foto lapangan dan terbitan arsitektur vernakular Nusantara. Disusun sebagai peraga metode, bukan gambar ukur atas satu bangunan tertentu.
Ukuran
Bentang atap 2,90 m; kolong 2,23 m; puncak 5,60 m dari tanah.
Serahan
Format GLTF, hierarki objek seragam, disertai lembar rujukan.

Istilah bagian — rumah panggung

1Umpak
Batu landasan yang menahan pangkal tiang agar tidak menyentuh tanah. Ia memutus jalan air dan rayap, dan karena tiang hanya diletakkan di atasnya, seluruh rumah dapat sedikit bergeser ketika tanah berguncang.
2Tiang
Batang tegak yang memikul beban dari lantai sampai atap. Karena berdiri di atas umpak dan tidak ditanam, rangka rumah dapat dibongkar dan dipindahkan tanpa merusak sambungannya.
3Gelagar
Balok memanjang yang membentang antartiang dan menjadi dudukan balok anak serta papan lantai. Letak sisi bawahnya menentukan seberapa lapang kolong di bawah rumah.
4Papan lantai
Bilah kayu yang dipasang bersela sempit. Sela itu bukan kelalaian tukang: ia meloloskan udara dari kolong dan memberi ruang bagi kayu untuk memuai pada musim hujan.
5Pelupuh
Dinding dari bambu yang dibelah, dipipihkan, lalu dianyam. Anyamannya menyaring cahaya dan angin sekaligus, sehingga ruang dalam tetap teduh tanpa menjadi pengap.
6Jendela
Bukaan berkusen pada dinding pelupuh, diletakkan tinggi agar angin lewat di atas kepala orang yang duduk. Ukurannya kecil karena dinding anyaman sudah meloloskan udara.
7Tangga
Undakan menuju lantai rumah. Di banyak daerah jumlah anak tangganya sengaja dibuat ganjil, dan kemiringannya terasa curam karena tangga dibuat sependek mungkin agar tidak memakan halaman.
8Bubungan
Penutup pada pertemuan dua bidang atap. Ia menahan air masuk di garis yang paling rawan bocor, dan pada sejumlah daerah ujungnya diberi tanda yang menerangkan siapa pemilik rumah.

Istilah bagian — lumbung padi

1Umpak
Landasan batu di bawah tiang lumbung. Tugasnya sama seperti pada rumah, tetapi taruhannya lebih besar: lantai lumbung harus tetap kering agar padi yang disimpan tidak berkecambah.
2Tiang lumbung
Empat batang licin tanpa takik. Permukaannya sengaja dibiarkan halus supaya tikus tidak mendapat pijakan ketika hendak memanjat.
3Piringan penghalang tikus
Cakram yang dipasang di ujung atas tiang dan menjorok jauh melebihi batangnya. Tikus yang berhasil memanjat tertahan di bawah tepi cakram, lalu jatuh kembali ke tanah.
4Lantai lumbung
Papan rapat di atas gelagar, tempat padi bertangkai ditumpuk. Ketinggiannya diatur agar orang dewasa masih dapat berteduh dan bekerja di kolongnya.
5Bilik
Badan lumbung yang melebar ke atas. Bentuk melebar itu menambah daya muat tanpa memperbesar jejak tiang, sekaligus melindungi lantai dari tempias hujan.
6Atap tinggi
Atap curam beratap ijuk atau alang-alang. Kecuramannya membuang air hujan secepat mungkin, dan rongga besar di bawahnya menahan panas agar simpanan di lantai tetap sejuk.

IIMengapa Dimodelkan dari Arsip

Sebuah bangunan yang dimodelkan dari ingatan hampir selalu terlihat benar dan hampir selalu salah. Yang keliru bukan atapnya, melainkan hal-hal kecil yang justru menjadi penanda tempat: seberapa tinggi kolong dibuat, berapa jarak tiang satu ke tiang berikutnya, ke arah mana tangga dihadapkan, dan bagaimana dinding disambung ke rangka. Keterangan semacam itu tidak tersimpan di kepala siapa pun; ia hanya ada pada foto lapangan, gambar ukur, dan terbitan arsip. Karena itu kami memulai pekerjaan pemodelan di meja arsip, dan baru sesudahnya membuka perangkat lunak.

Dua model pada halaman ini kami susun sebagai peraga metode. Keduanya bertumpu pada acuan yang lazim dalam kepustakaan arsitektur vernakular Nusantara, tetapi keduanya bukan rekaman atas satu bangunan tertentu di satu desa tertentu. Kami menuliskannya terang-terangan pada keterangan pelat, sebab menyebut sebuah studi peraga sebagai dokumentasi lapangan adalah bentuk klaim yang tidak dapat kami pertanggungjawabkan kepada pemilik bangunannya.

Pada pekerjaan yang sesungguhnya, arsip pun jarang lengkap. Foto lama sering hanya merekam satu sisi bangunan. Gambar ukur, kalau ada, kerap berhenti pada denah dan tampak muka tanpa keterangan sambungan. Penutur yang masih ingat cara membuatnya kadang sudah tidak dapat ditanyai. Dalam keadaan seperti itu kami tidak menutupi lubangnya dengan tebakan yang tampak meyakinkan; kami mencatat lubang itu, memilih penyelesaian yang paling didukung acuan yang ada, lalu menuliskan alasannya di lembar rujukan.

  1. Batas acuanBagian yang tidak terlihat pada satu pun foto acuan dimodelkan sebagai penyelesaian yang paling lazim di daerah tersebut, dan ditandai demikian pada lembar rujukan.
  2. Batas penyederhanaanJumlah permukaan diringkas agar model ringan dibuka di peramban. Yang tidak boleh hilang adalah ciri yang membuat bangunan itu dikenali oleh orang yang tumbuh di dekatnya.
  3. Batas peragaKedua model di halaman ini adalah peraga metode, bukan dokumentasi bangunan tertentu, dan tidak boleh dipakai sebagai rujukan pemugaran.
  4. Batas istilahNama bagian berbeda-beda antardaerah. Istilah yang dipakai di sini adalah yang paling luas dikenal, dan pada pekerjaan sungguhan kami memakai istilah setempat sebagaimana disebut penuturnya.
Baca metode KYN-04 selengkapnya